Untitled Document
Reference Magazine: Majalah LARAS TREND INTERIOR - ARCHITECTURE - DESIGN
Studio Air Putih
Interior Rumah Hessels
Rumah Kemang Timoer Toedjoeh
Untitled Document
Life Style
Page 1, 2, 3, 4, 5
Untitled Document
 
 
Above :
Mendesain rumahnya layaknya seorang film direktor mencipta script. Ada awalan dan ada pula “pengakhiran”, cuplikan kalimat yang diangkat dari perancang-arsitek-Atmadja Tjiptobiantoro ini menjadi sinyal signifikan dalam memberikan kontribusi memperkaya khasanah interior serta arsitektur di INDONESIA. Sebuah rumah tinggal, rumah Kemang Timor Toedjoeh, yang dirancang tahun 70-an. Selama ini perkembangan desain terus dilakukan hingga mencapai titik desain maksimal.
 
 
   
 
   
 
 
 
Untitled Document
Harmoni Timur dan Barat. Ibarat seni tak mengenal batas, maka Atmadja Tjiptobiantoro bersama Bagoes S. Broto diwirdjo, designer di akhir tahun 90-an, bereksplorasi memaksimalkan Rumah Kemang Timoer Toedjoeh agar mempunyai satu paduan proporsional serta harmoni dari berbagai aspek timur dan barat. Rumah tinggal yang mempunyai ciri kuat antara berbagai unsur dan kultur, memiliki nilai arsitektur yang tinggi.
Selain keindahan bentuk dan kekukuhan konstruksi, secara optimal juga mengakomodasi elemen interior dari budaya Asia, Eropa dan Islam. Elemen air beserta tanaman air yang cukup mendominasi di rumah ini, selain meramu nilai estetis, juga dapat membangun spirit filosofi yang ada.
Unsur budaya dan tradisi Nusantara tak pernah lelah ditekuni para perancang interior dan arsitektur Tanah Air. Bahkan untuk lebih menuai daya pikatnya, kadang direkomendasikan dengan memadukan unsur dari mancanegara.
Di rumah Kemang ini fenomena tersebut terealisasi melalui beberapa elemen, diantaranya sebuah pintu gerbang “Mahavira” - berarsitektur Jawa klasik dengan inspirasi ukiran gaya kolonial-, ruang Ganesha, ruang Kolonial-ruang breakfast-, ruang Avelokitesvara, ruang Mahameru, serta teras Tirta Hening dan kemudian berakhir pada Pendopo Agung, sebuah tempat untuk penempatan instrumen gamelan Jawa kuno.
Perpaduan patung dari Thailand bernuansa emas dan Ganesha dari Jawa kuno, serta instrumen gamelan gaya campuran Jawa, China, Eropa tampak harmonis. Screen Jepang dari zaman Edo pun hadir dan mampu menambah kesan bahwa rumah ini mempunyai ciri yang kuat dari berbagai unsur yang disebut Tropical Fusion.
Air yang mengelilingi bangunan mampu menggugah imaji sehingga bagai bangunan yang terapung di atas permukaan air.
Bangga rasanya melihat sebuah karya yang senantiasa diinspirasikan dari akar budaya sendiri.
  About Us   Contact Us   Editorial   Contributor   Info   Ad - Service   Term of Order   Suggestion   Upload  
Untitled Document
Last updated: Monday, September 8, 2008, 8:04 am Go to Up
Untitled Document
Copyright © bali-designer.com 2005